Catatan tiada ending
22 juni 2013
, “siapa yang kuat dia yang bertahan”
Gue gak akan
lupa atas kejadian sore itu , yang menimpa dua orang perenpuan yag asyik
bermain. Yaa itu saya dan teman saya Trisna.
Saat itu
kondisi hati gue lagi gak enak banget , badmood an kesel , sepele karena abis
putus cinta, gue yang mutusin gue juga yang agak sedih dan itu yang membuat gue
marah , akhirnya gue mutusin untuk
ngajak temen gue bermain bulutangkis , dia setuju dan di saat main gue
sambil curhat , kalau gue abis putus . di saat seru lagi main bulu tangkis ,
tiba-tiba segerombolan anak kecil datang mulai dari 5 sampai 12 tahun pun ada
lengkap semunya , anak kecil itu meneriakki kami untuk cepetan selesai mainnya
, karena dia mau main juga. Kita berdua gak kasih mereka main karena mereka
maunya main futsal bukan bulu tangkis , padahal itu lapangan bulu tangkis.
Akhirnya antara gue sama trisna bertahan untuk memperebutkan lapangan , kita
main badminton , anak kecil itu main bola . eitss tiba-tiba anak kecil 5th kena
smash kok gue lumayan kenceng dan dia nangis trus pulang. “syukurin loh , “
hahhaa,,,, tapi teman lainnya tetap
bermain di lapangan itu , dan kita masih bertahan sampe tangan gue merah
pegang tuh raket . huhhffttt kesel banget sama anak kecil itu ,! Gak ada yang
mau ngalah, sampai akhirnya Trisna meng- ending kan semua dan bubar.
≈The end≈
Tidak ada komentar:
Posting Komentar